Burung belum ada yang terbang, dinginnya atmosfir masih menusuk tulang
Mencabik diri, secara harafiah dan dalam majas, merobek daging
"Ngapain bangun pagi-pagi?" sapa Sang Cermin
Kuciptakankan sebuah senyum kecil, lalu kukedipkan mata
Berharap dia hilang dan tak lagi datang
Lenyap dalam angan-angan
Bersama desau angin yang berhembus kencang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar