Perlahan aku mengangkat tatapku
dan membuka mata
Menatap indahnya Jakarta kala sore
Lalu cahaya matahari perlahan menghilang dari
pandanganku,
senja.
Aku suka
senja,
aku suka caranya menjemput malam.
Dia menghadirkan keindahan dalam
bentuk matahari tenggelam.
Aku suka
senja,
dengan warna-warni kehitaman,
mendatangkan pilunya malam,
kesendirian
dalam kelam.
Aku suka
senja,
ia membawaku ke dimensi kegelapan,
pekat dengan datangnya malam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar