Rabu, 22 November 2017

fresh start!

"Mas, itu emang mas akrab sama semuanya, apa ngasal aja dadah-dadah?" tanya pengemudi transportasi online--tepatnya mobil--setelah puas tertawa cekikikan melihatku dadah-dadah di sepanjang kantin, pintu keluar, sampai warung samping sekolah.
Sambil tersenyum antara bangga, lucu, dan agar mendramatisir keadaan saja, saya membalas, "Ini memang budaya, Pak, di sini. Deket nggak deket, kakak kelas maupun adik kelas, semua 'izin' kalo mau pulang. Biar lebih akrab, biar kekeluargaannya terasa."

Sudah hampir satu semester saya memasuki rumah baru, keluarga baru: Kolese Gonzaga. Selalu lucu, bahwa sekolah ini jauh lebih pantas disebut keluarga daripada sekolah. Kita diubah dan dibentuk menjadi manusia yang lebih baik dan utuh, diajarkan untuk hidup sebagai manusia bukan robot.

Kembali teringat bagaimana saya bisa masuk dan bersekolah di sini. Dari TK, SD, sampai SMP, saya mengemban ilmu di sekolah yang sama—dan itu terasa monoton, membosankan, dan membebankan. Saya bosan dengan lingkungan yang itu-itu saja, bosan dengan teman yang dia-dia lagi, dan melihat pola hidup yang sama selama kurang lebih sebelas tahun. Saya memutuskan untuk memilih sekolah yang terlihat bahagia, sekolah saya yang sekarang.

Semua orang tidak pernah berhenti bahagia. Tentu saja, siapa yang tidak bahagia dengan keluarganya sendiri?

Kami diajarkan untuk pintar-pintar membagi waktu. Sekolah di sini terasa seperti bekerja sambil belajar, bukan belajar sambil bekerja. Kepanitiaan, kegiatan komunitas, dan berbagai acara menerjang setiap minggunya. Hari-hari saya diisi dengan kegiatan ini-itu, dari yang paling kecil sampai yang besar sekalipun. Dengan keadaan seperti ini, ditambah dengan sekian banyak pelajaran, ulangan, dan tugas yang menunggu, seharusnya orang akan merasa tertekan. Tapi tidak demikian di sini. Memang, pasti ada rasa tekanan, tapi selalu ada tempat di lubuk hati murid Gonzaga untuk kebahagiaan. Selalu.

Banyak perubahan yang terjadi pada saya selama (menuju) enam bulan pertama di Gonzaga. Mungkin lain kali saya akan bercerita, namun sekarang ratusan tugas menunggu untuk dijamah.


22/11 – 20.53

Tidak ada komentar:

Posting Komentar