"Mas, itu emang mas akrab sama semuanya, apa ngasal aja
dadah-dadah?" tanya pengemudi transportasi online--tepatnya mobil--setelah
puas tertawa cekikikan melihatku dadah-dadah di sepanjang kantin, pintu keluar,
sampai warung samping sekolah.
Sambil tersenyum antara bangga, lucu, dan agar mendramatisir
keadaan saja, saya membalas, "Ini memang budaya, Pak, di sini. Deket nggak
deket, kakak kelas maupun adik kelas, semua 'izin' kalo mau pulang. Biar lebih
akrab, biar kekeluargaannya terasa."
Sudah hampir satu semester saya memasuki rumah baru, keluarga
baru: Kolese Gonzaga. Selalu lucu, bahwa sekolah ini jauh lebih pantas disebut
keluarga daripada sekolah. Kita diubah dan dibentuk menjadi manusia yang lebih
baik dan utuh, diajarkan untuk hidup sebagai manusia bukan robot.
Kembali teringat bagaimana saya bisa masuk dan bersekolah di
sini. Dari TK, SD, sampai SMP, saya mengemban ilmu di sekolah yang sama—dan itu
terasa monoton, membosankan, dan membebankan. Saya bosan dengan lingkungan yang
itu-itu saja, bosan dengan teman yang dia-dia lagi, dan melihat pola hidup yang
sama selama kurang lebih sebelas tahun. Saya memutuskan untuk memilih sekolah
yang terlihat bahagia, sekolah saya yang sekarang.
Semua orang tidak pernah berhenti bahagia. Tentu saja, siapa
yang tidak bahagia dengan keluarganya sendiri?
Kami diajarkan untuk pintar-pintar membagi waktu. Sekolah di
sini terasa seperti bekerja sambil belajar, bukan belajar sambil bekerja. Kepanitiaan,
kegiatan komunitas, dan berbagai acara menerjang setiap minggunya. Hari-hari
saya diisi dengan kegiatan ini-itu, dari yang paling kecil sampai yang besar
sekalipun. Dengan keadaan seperti ini, ditambah dengan sekian banyak pelajaran,
ulangan, dan tugas yang menunggu, seharusnya orang akan merasa tertekan. Tapi tidak
demikian di sini. Memang, pasti ada rasa tekanan, tapi selalu ada tempat di
lubuk hati murid Gonzaga untuk kebahagiaan. Selalu.
Banyak perubahan yang terjadi pada saya selama (menuju) enam
bulan pertama di Gonzaga. Mungkin lain kali saya akan bercerita, namun sekarang
ratusan tugas menunggu untuk dijamah.
22/11 – 20.53
Tidak ada komentar:
Posting Komentar