Ku
lari ke hutan, kemudian menyanyiku
Ku
lari ke pantai, kemudian teriakku
Sepi
Sepi
dan sendiri, aku benci!
Aku
ingin bingar
Aku
mau di pasar
Bosan
aku dengan penat,
dan
enyah saja kau pekat
Seperti
berjelaga di kala ku sendiri
Pecahkan
saja gelasnya biar ramai!
Biar
mengaduh sampai gaduh
Ada
malaikat,
menyulam
jarring laba-laba belang di tembok keraton putih
Kenapa
tak goyangkan saja loncengnya,
biar
terdera?
Ataukah,
aku
harus lari ke hutan
Lalu
belok, ke pantai?
Adalah
puisi yang tidak lagi asing di kuping kita: yap! Ada Apa dengan Cinta (AADC).
Film
ini diproduksi dan dirilis di tahun yang sama ketika saya lahir, 2002. Terkejut?
Terkejutkah?? Apakah….??? Apasih.
Gue
juga baru tahu tentang film ini beberapa tahun yang lalu, saat gue kelas lima
SD. Tiba-tiba nemu DVD AADC di laci televisi ((yang ternyata punya n y o k a
p)). Biasa, anak kecil kurang ajar dengan jiwa penasaran, liat-liat. Tapikan
belom ngerti. Langsung gue pause. Matiin. hE.
Terus
kelas tujuh, tahun lalu—atau tepatnya satu setengah tahun lalu, nemu lagi deh
DVD AADC itu. Masa-masa ABG labil udah agak ngerti lah hE jadi gue setel.
Gue
suka banget. Ngga boong. Jadi pengen lahir tahun 1990-an.
AYAH
IBU MENGAPA KAMU SEKALIAN KELAMAAN NGEBUAT AKU : (((
Hehehe.
Tapi
serius. Belakangan, gue baru tahu kalo filmya dishoot di SMA Kolese Gonzaga (Oh
Tuhan ???!?!?!!!???!?!!!!?!??!?!?!) pas masa-masa pembuatan AADC 2 itu masih
gossip belaka. Langsung pengen buru-buru SMA, masuk Gonzaga, terus siapa tahu
AADC 2 casting anak-anak Gonz.
Mimpi.
Tapikan
mimpi adalah kunci untuk menaklukkan dunia. APASIH????????
((
Now Playing: Laskar Pelangi-Nidji ))
Oke.
Tepat beberapa minggu setelah mimpi indah itu kurajut dalam kepala, ada kabar
resmi bahwa AADC dua akan segera diproduksi. Castsnya? Mereka lagi. Yah, aku
mau dong:(( mimpi adalah kunci kan?!?!?!
Ini
apasih mulai gajelas ya : ( pembaca, maafin ya…
Aku
sakit hati.
Tapi
bodo amat. Hehehe.
Eh
kemaren aja baru ke Toko Buku Gra**dia, Ada Apa dengan Cinta dibukukan ya? Tapi
tipis banget novelnya huhu.
Okelah.
H-3 AADC 2.
Semoga
mimpi tetap menjadi kunci untuk menaklukkan dunia, ya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar